Langsung ke konten utama

Banyak Mahasiswa dan pelajar Deklarasi Dukung Paslon Pemilu 2019

*_Innalillah,_ Banyak Mahasiswa dan pelajar Deklarasi Dukung Paslon Pemilu 2019*


_(Refleksi mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (FEBI) Jurusan Ekonomi Syariah angkatan 2017 Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Diponegoro Tulungagung Jawa Timur)_



Tidak habis pikir setelah melihat di berbagai media online memberitakan bahwa banyak mahasiswa di Indonesia ini mendeklarasikan dukungan kepada Pasangan Calon Presiden-Wakil Presiden di Pemilihan Umum (Pemilu) April 2019. Selain dukungan secara terbuka atau sebagai Tim Sukses (Timses) kepada Paslon Presiden-Wakil Presiden, terlibat juga banyak mahasiswa di Indonesia ini dalam Timses para calon legislative (Caleg). Hal demikian terlihat juga dalam akun pribadi media sosial online.

Keterlibatan banyaknya mahasiswa dalam politik praktis membuat eksistensi gerakan mahasiswa semakin miris. Saya bukan tidak melarang seorang mahasiswa untuk memberikan pilihan pada saat pemilihan, akan tetapi keterlibatan dalam tim menurut saya itu sangat miris sekali. Seharusnya mahasiswa itu tetap memegang independensinya atau idealismenya. Dalam posisinya, berada di posisi tengah-tengah. Memberikan pencerahan pada masyarakat dan juga memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat.

Nah, jika pun seorang mahasiswa mempunyai sosok yang ingin di pilihnya, biarlah itu bergetar dalam hatinya. Berbunyi saat paku mencoblos kertas surat suara yang terbitkan oleh Komisi Pemilihan Umum (Pemilu).

Menurut saya, mahasiswa yang terlibat dalam apa yang saya sebutkan tadi, perlu kiranya mengikuti ospek kembali dan benar-benar mendengarkan materi tentang kemahasiswaan. Jika belum pernah mendapatkan materi tentang kemahasiswaan, bagaimana itu mahasiswa dan apa peran mahasiswa? Sebaiknya perlu kembali mengadakan diskusi tentang kemahasiswaan atau membaca buku-buku mahasiswa. Ingatlah, sejarah pergerakan mahasiswa itu bukan menjadi pendukung atau mendeklarasikan sang penguasa atau calong penguasa.

Di tengah-tengah hiruk pikuk menuju Pemilu 2019, kita sebagai mahasiswa memberikan ide dan gagasan, tuntutan-tuntutan perubahan kepada meraka yang ingin menjadi pejabat public yang duduk di pemerintahan dan menyampaikan ide-ide pembangunan lewat jalur keilmuan yang kita pelajari di kampus.

Saya tidak tahu pasti apa penyebab ini semua sehingga ada kelompok-kelompok mahasiswa yang rela menggadaikan keidealisan serta independensi mahasiswanya. Apakah mengisi kantong? Apakah karena perut kosong? Atau hanya sekedar ikut-ikutan atau sok-sok mengerti politik? Yang lebih parahnya lagi, ada seorang mahasiswa atau sekolompok mahasiswa sok paling paham politik saat ini tanpa ada kajian kritis. Dan yang paling parah lagi, ada seorang mahasiswa atau sekolompok mahasiswa yang fanatic terhadap calon-calon sehingga yang lain tidak ada benarnya. Sungguh keadaan kaum mahasiswa saat ini sangat miris dan amat memprihatinkan.

Perlu harus dipahami, gaya mahasiswa dalam mengisi demokrasi ini haruslah kiranya berbeda dengan gaya masyarakat biasa. Demokrasi itu bukan hanya saat Pemilu saja. Sebagai insan akademis yang bernuansa ilmiah, seharusnya mahasiswa harus banyak melakukan kajian dan analisis. Sehingga akan lahir pilihan-pilihan yang objektif. Akan tetapi saat ini, mahasiswa dan masyarakat biasa tidak ada lagi bedanya. Bahkan, kelompok intelektual ini (mahasiswa) menjadi alat suksesi dan budak para politisi.

Saya sebagai seorang mahasiswa biasa-biasa, yang tidak memiliki jabatan di kampus, saya merasa miris dan prihatin sekali dengan keadaan sekarang. Gerakan keilmuan dari mahasiswa tidak berbanding dengan gerakan mahasiswa yang terlibat di dalam politik praktis. Untuk itu, pemahaman perlu kita tingkatkan lagi, agar mengerti eksistensi mahasiwa itu. Mengerti apa peran fungsi seorang mahasiswa itu. Dan tetap memperkokoh idealisme serta independensi sebagai seorang mahasiswa.


Penulis: Fikri Imanullah (Bukan siapa-siapa, hanya manusia biasa)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teks Doa Pembuka dan Penutup dalam Acara

Teks Doa Pembuka dan Penutup dalam Acara Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh. Marilah sejenak kita bersama-sama menundukkan kepala, bermunajat kepada tuhan agar kegiatan kita hari ini diberkahi dan bisa berjalan dengan lancar. bagi yang beragama islam, marilah bersama-sama Membaca ummul kitab : Al-fatihah bismillahirrahmaanirrahim. Allahumma solli 'ala muhammad. Wa’ala alimuhammad. Ya Allah Ya Rahmat, pada hari ini,  di aula hotel front one ini kami hendak menyelenggarakan acara sosialisasi pengembangan industri dan jasa pariwisata kabupaten Tulungagung dengan memohon ridha dan izinmu.  berkahilah semua langkah dan perbuatan kami dan jadikanlah itu semua nilai ibadah dan nilai ilmu yang bermanfaat kepada kami. ya allah ya Wahid, engkau yang maha satu dan maha mempersatukan kami mohon perkuatlah persatuan diantara kami, janganlah engkau biarkan ada perpecahan diantara kami. kami ingin kuat dalam persatuan itu agar lebih bermanfaat untuk agama, negara...

Tujuan, Visi Dan Misi IPNU-IPPNU PAC Boyolangu periode 2018-2020

Tujuan, Visi Dan Misi IPNU-IPPNU Tujuan Mempersatukan antar pelajar umum dan pelajar santri Mengumpulkan anak-anak Nahdlatul Ulama’ Mengembangkan pengetahuan keagamaan dan umum Mempersiapkan pemimpin NU dan bangsa di masa depan. Mengembangkan Syariat agama islam menurut faham Ahlussunnah Wal Jama’ah. Visi Terwujudnya pelajar yang bertaqwa kepada allah SWT, berahklakul karimah, menguasai ilmu pengetahuan dan tehnologi, memiliki kesadaran dan tanggung jawab terhadap tatanan masyarakat berkeadilan demokrasi atas dasar ajaran islam ahlussunnah Wal Jama’ah. Misi Pembinaan dan pemberdayaan terhadap para pelajar  dan santri dalam memahami Ahlussunah Wal jamaah, serta mempengaruhi pihak-pihak terkait dengan intensif membina dan mensosialisasikan peran sosial masyarakat kepada para pelajar dan santri di lingkup boyolangu melek teknologi Informasi dan komunikasi terkini melek politik Dan melek anggaran baik di tingkat desa maupun tingkat diatasnya melek ekonomi M...

Gebrakan Asumsi, Perjuangkan Komunitas Soundsystem hingga Soroti Pelayanan Rumah Sakit di Tulungagung

Redaksi Jatimtimes -  Harapan penghobi gelegar suara keras untuk hiburan atau yang dikenal dengan battle soundsystem rupanya dapat angin segar dari pihak terkait di   Kabupaten Tulungagung . Hal ini terjadi setelah puluhan masyarakat dan mahasiswa yang mengatasnamakan Asosiasi Sound Miniatur Seluruh Indonesia (Asumsi) yang akan melakukan turun ke jalan, akhirnya di terima audensi oleh Pemkab Tulungagung. Audensi ini dilaksanakan di kantor Pemkab Tulungagung,Senin (21/8/2023) siang, kemarin. Hadir dalam audensi di antaranya Sekda Kabupaten Tulungagung, Sukaji, pihak Polres Tulungagun dan Kepala Dinas terkait, Ketua Asumsi (koordinator aksi), Perwakilan Mahasiswa serta Perwakilan Asosiasi pedagang dan Perwakilan Masyarakat. Ada beberapa tuntutan atau permintaan dari Asumsi di antaranya Polres dan Pemkab Tulungagung untuk memberantas calo-calo yang beroperasi di pelayanan publik. Kemudian untuk komunitas soundsystem yang meminta dana di luar kewenangannya (Pungli) dilaporkan ke A...